Breaking News
Loading...
Kamis, 07 Mei 2015

Kampungku surgaku

13.21
Di kota kecil dengan jalan yg lurus, dikota  yg penuh dengan industri, dikota bisnis dan di kota dengan tingkat kemiskinan yg masih tinggi, dibelakang tembok pabrik berdiri sebuah kampung halaman yg menjadi saksi kelahiranku.
Masih teringat dulu saat aq kecil, saat tembok industri belum berdiri saat sebelum debu menutupi desa kami, keindahan yg takan pernah ku dapatkan lagi, keindahan yg terenggut oleh keserakahan manusia2 pebisnis pengeruk uang dan perenggut kebebasan nafas kami. Desa ini hijau, bahkan jika kau keluar rumah dimusim semi di jalan raya telapak kaki tanpa alaspun takan meninggalkan noda di kaki kalian. Aq rindu saat itu saat dimana embun pagi masih bebas ku hirup, kicU burung merdu yg tiap saat dapat ku nikmati. Kini semua hanya tinggal sejarah. Anak cucu kami takan pernah bisa menikmatinya lagi hanya menjadi dongeng indah sebelum mereka tidur.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer